Selasa, 05 April 2011

Manusia Dan Tanggung Jawab

Manusia Dan Tanggung Jawab


Pengertian Tanggung Jawab :


         Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Timbul tanggung jawab karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusia lain dan terhadap alam lingkungannya. Manusia menciptakan keseimbangan, keserasian, keselarasan antar sesame manusia dan antar manusia dengan lingkungan. 

Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya  sudah menjadi bagian kehidupan manusia. Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi sebagai akibat dari phak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengorbanan pada pihak lain. 

Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab(berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya.


Macam- Macam Tanggung Jawab :

Tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia dan hubungan yang dibuatnya. Atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu :  

       (a)   Tanggung jawab terhadap diri sendiri 
      Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Karena merupakan seorang pribadi maka manusia mempunyai pendapat sendiri.

       (b)   Tanggung jawab terhadap keluarga
       Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.

      (c) Tanggung jawab terhadap masyarakat
      Pada hakekatnya manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.


(d) Tanggung jawab terhadap Tuhan
     Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan, berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia perlu pengorbanan. 



Pengabdian Dan Pengorbanan 

Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.

a.      Pengabdian

Pengabdian adalah perbuatan baik berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga seebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan itu semua dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi kepada keluarga.

b.      Pengorbanan

Pengorbanan merupakan akibat  dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan. Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan, sedangkan, pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian. 

 
Study Kasus :

Studi kasus saya ambil dari berita yang berhubungan dengan pengabdian seorang guru.

KOMPAS.com — Erupsi Merapi menjadi momentum ujian panggilan jiwa sejumlah guru. Di tengah kecemasan terhadap keluarga dan kesulitan pribadinya, sejumlah guru yang sempat dan masih mengungsi tetap aktif mengajar. Demi sebuah pengabdian.

Sunanto (55) sedikit bernapas lega. Mulai Jumat ini, guru Pendidikan Kewarganegaraan SMP Negeri 2 Pakem, Sleman, DIY, itu sudah bisa berangkat kembali mengajar dari rumahnya. Kamis kemarin, ia yang tinggal di Dusun Duwetsari, Desa Pakembinangun, Pakem, Sleman, itu sudah dapat kembali ke rumahnya karena dinyatakan aman.

Sepekan terakhir, Sunanto berangkat mengajar ke posko pendidikan di Gedung Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika (P4TK) di Jalan Kaliurang Km 6,5, Sleman, dari pengungsiannya di daerah Godean, Sleman. Di pengungsian itu ia dan keluarganya tinggal bersama 25 pengungsi lain yang masih terbilang kerabatnya.

Sejak erupsi 5 November, 23 guru dari total 26 guru SMP Negeri 2 Pakem terpencar di berbagai lokasi pengungsian. Sejak 19 November, mereka melanjutkan proses belajar-mengajar di Gedung P4TK Matematika. Mereka berdatangan dari berbagai lokasi pengungsian untuk mengajar 236 muridnya sendiri dan sekitar 20 murid lain yang belum bisa pulang ke rumahnya.

Meski berangkat dari pengungsian, mereka tampil sebaik mungkin. Semua guru SMPN 2 Pakem rapi dengan seragam coklat tua. ”Kami tetap ingin tampil baik di hadapan murid-murid,” kata Sunanto, Kamis (25/11/2010).

Demi tampil baik itu, bukan hal mudah lagi. Dari pengungsiannya, Sunanto dan beberapa guru lain pulang ke rumah mengambil seragam. Beberapa guru bahkan terpaksa meminjam seragam karena rumahnya di kawasan sangat berbahaya.

”Saya punya dua seragam, jadi yang satu saya pinjamkan ke teman saya. Rekan-rekan guru yang punya lebih dari satu seragam lainnya juga saling meminjamkan seragam,” kata Sunanto. Mereka tak terpikir membawa seragam saat mengungsi.

Dilematis

Mengajar dalam kondisi darurat sering kali dilematis bagi guru. Selama mengajar, kecemasan akan keluarga di rumah atau di pengungsian sering kali terlintas. Namun, perasaan itu harus ditepiskan sementara demi tugas sebagai guru.

Di tengah kalut, guru Matematika SMPN 2 Pakem, Tri Wahyuni (43), tetap memikirkan murid-muridnya. Ketika erupsi Merapi pada sebuah pagi, Tri kembali ke sekolah guna mengurus murid-muridnya seusai mengantar anaknya yang masih TK di tempat aman.

”Senin pagi itu, Merapi erupsi cukup besar. Saya jemput anak saya yang masih sekolah di TK-nya lalu mengantar ke rumah agar aman. Saya sempat bimbang, mau kembali ke sekolah atau tetap bersama anak saya. Saya kembali ke sekolah karena anak saya sudah ada yang menunggu,” tuturnya.

Selama keadaan darurat, tugas mengajar menjadi jauh lebih berat. Di tengah keterbatasan, guru harus lebih sabar dan perhatian kepada murid-muridnya. Sebagian besar murid SMPN 2 Pakem harus mengungsi selama erupsi Merapi. Bahkan, empat di antaranya kehilangan rumah dan seluruh harta benda.

Namun, bencana itu justru meneguhkan panggilan jiwa sebagai guru. Di tengah masa darurat, Tri yang sudah 20 tahun mengajar justru menemukan arti pengabdian sesungguhnya. ”Di sinilah panggilan jiwa sebagai guru diuji,” katanya.

Mulai Jumat ini, sekolah darurat SMP Negeri 2 Pakem yang sepekan terakhir menempati Gedung P4TK Matematika dipindah di SD Percobaan Pakem. Jam belajar bergeser pukul 13.00-16.15 karena bergantian dengan siswa SD yang mereka tumpangi.

Para guru itu harus mengajar lagi di sekolah darurat: dengan keterbatasan dan seragam pinjaman. Di sana ada pengabdian.

OPINION :

Menurut saya pada study kasus diatas pengorbanan yang diberikan guru tersebut sangatlah besar dia rela mengajar disaat keadaan sedang dalam darurat, dia tidak mempedulikan nasib nya dan hanya memikirkan murid-murid yang menunggu nya disekolahan padahal keluarganya juga sangat menghawatirkan dia, hal ini lah yang bisa kita sebut sebagai pengabdian seorang guru, dan pantaslah ada nya semboyan guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa karena sesuai dengan pengabdian yang mereka berikan untuk pendidikan dan mungkin  tidak akan bisa di balas dengan apapun


 
Sumber : 
- http://muhammadrizkii.blogspot.com/2011/03/ilmu-budaya-dasar-bab-7-manusia-dan.html 
- http://ainanug.blogspot.com/2011/03/manusia-dan-tnaggung-jawab.html


Nama          : Wahyu Hendrawan
NPM          : 17110144
Kelas          : 4KA21




Tidak ada komentar:

Posting Komentar